10 Komplikasi Penyakit Parkinson yang Perlu Diketahui

10 Komplikasi Penyakit Parkinson yang Perlu Diketahui

Penulis: Marizka | Editor: Handa

Parkinson adalah penyakit saraf yang memburuk secara bertahap karena degenerasi sel saraf dan hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin. Dopamin merupakan senyawa kimiawi otak yang berperan menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Penyakit ini cukup mengganggu aktivitas penderitanya, karena memengaruhi fungsi gerak tubuh.

Pada tahap awal, penyakit ini membuat wajah penderitanya cenderung tidak berekspresi dengan baik bahkan tanpa ekspresi. Gejala lainnya yang muncul, seperti tungkai kaku, gerakan lambat, gemetar atau tremor. Tidak hanya itu, penyakit parkinson juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Berikut ini komplikasi penyakit parkinson yang perlu Anda ketahui:

1. Kecemasan dan Depresi

Tidak mudah untuk menjalani hidup dengan penyakit parkinson. Rasa cemas dan kesal adalah kondisi yang rentan dialami oleh penderita parkinson. Jika dibiarkan, perasaan kesal dan cemas tersebut dapat berkontribusi menyebabkan perubahan senyawa kimia yang ada pada otak, seperti hormon serotonin yang dapat menyebabkan depresi.

2. Kesulitan Menelan

Penderita parkinson dapat mengalami kesulitan mengunyah dan menelan makanan, karena otot otot rahang dan mulut melemah. Kesulitan mengunyah dan menelan ini membuat makanan tersangkut di kerongkongan dan berpotensi masuk ke dalam paru-paru yang dapat menimbulkan penyakit pneumonia.

3. Demensia

Parkinson tidak hanya mengganggu gerakan, namun juga dapat mengganggu bagian otak yang mengendalikan pikiran dan memori. Sekitar 50-80 persen penderita parkinson mengalami endapan protein abnormal dalam otak.

Kondisi ini dapat menyebabkan demensia, yaitu penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir (pikun).  Beberapa gejala demensia pada penyakit parkinson, seperti:

  • Hilang ingatan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Penilaian yang buruk
  • Halusinasi (melihat hal-hal yang tidak nyata)
  • Delusi
  • Cepat marah
  • Gangguan tidur
  • Merasa gelisah

Baca Juga : Ketahui Gejala Awal Penyakit Parkinson

3. Gangguan Kandung Kemih dan Usus

Komplikasi penyakit parkinson lainnya yaitu gangguan pada kandung kemih dan usus. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyampaian pesan dari otak menuju kandung kemih dan usus.

Beberapa gangguan kandung kemih dan usus akibat penyakit parkinson, yaitu sering buang air kecil, mengompol (saat tertawa, berolahraga, atau bersin), dan aliran urin yang lemah. Selain itu, penderita parkinson juga dapat mengalami diare, sembelit, atau keluarnya feses secara tiba-tiba.

4. Gangguan Tidur

Seseorang yang menderita penyakit parkinson sering mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, mimpi buruk, mengantuk di siang hari, dan sleep apnea (sulit bernapas saat tidur). Selain itu, berbicara saat tidur dan kesulitan membalik badan saat tidur juga mungkin dapat dialami oleh penderita parkinson.

5. Kelelahan

Orang dengan parkinson biasanya mengalami kesulitan tidur di malam hari. Kesulitan tidur tersebut dapat membuat penderitanya merasa lelah di siang hari. Lelah yang dialami penderita parkinson bukan lelah biasa, bahkan beberapa orang dengan parkinson merasa sangat lelah hingga nyaris tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Baca Juga : Pilihan Pengobatan untuk Penyakit Parkinson

6. Nyeri

Nyeri adalah gejala umum pada penderita parkinson. Lebih dari 60 persen penderita mengalami rasa nyeri. Bahkan nyeri menempati urutan gejala parkinson ketiga yang dialami penderita parkinson setelah tremor dan kekakuan.

Nyeri tersebut biasanya terdapat pada beberapa bagian tubuh, seperti bahu, leher, dan kaki. Rasa nyeri ini biasanya dapat diatasi oleh levodopa, yaitu obat yang biasanya diresepkan dokter untuk penderita parkinson.

7. Gangguan Tekanan Darah

Penyakit parkinson dapat memengaruhi kinerja sistem saraf otonom, yang mengontrol aliran dan tekanan darah. Jika sistem tersebut terganggu, maka penderita parkinson mengalami gangguan tekanan darah, baik tekanan darah rendah atau tekanan darah tinggi, seperti hipertensi ortostatik.

Gejala hipertensi ortostatik bisa beupa pusing setiap kali berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa obat parkinson yang memiliki efek penurunan tekanan darah.

8. Gangguan Indera Penciuman

Selain gangguan motorik, kerusakan otak yang dialami oleh penderita parkinson juga dapat mengganggu penciuman. Hal ini terjadi akibat adanya penumpukan abnormal protein alpha-synuclein di bagian otak yang mengendalikan indera penciuman.

9. Disfungsi Seksual

Komplikasi parkinson juga dapat berupa gangguan seksualitas penderitanya. Beberapa gangguan seksual tersebut, seperti libido yang rendah, kesulitan untuk mencapai orgasme, disfungsi ereksi atau impotensi pada pria, dan vagina kering pada wanita.

Penurunan gairah dan fungsi seksualitas tersebut, dapat terjadi karena penurunan kadar dopamin. Selain itu, depresi dan kecemasan juga menjadi pemicu disfungsi seks pada penderita parkinson.

10. Gerakan Tidak Sadar (Dyskinesia)

Komplikasi ini bukan disebabkan oleh penyakit parkinson, tetapi oleh obat yang digunakan untuk mengobatinya. Seseorang yang menggunakan levodopa dalam dosis tinggi (atau selama bertahun-tahun) dapat mengembangkan gerakan yang tidak terkontrol, seperti menggelengkan kepala, mengejang, bergoyang, atau gelisah. Gerakan tersebut disebut dyskinesia. 

Penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan komplikasi. Untuk itu, penting untuk selalu mengonsumsi obat-obatan dan berkonsultasi dengan dokter agar gejala tidak semakin parah.

Baca Juga : Mengenal Tremor dan Penyebabnya

Sumber


Healthline. 2020. 11 Complications of Parkinson’s Disease You Should Know About. www.healthline.com
Mayo Clinic. Parkinson’s Diseases. www.mayoclinic.com
Medical News Today. 2018. Parkinson’s disease complications. www.medicalnewstoday.com
Parkinson News Today. 10 Complications of Parkinson’s Disease. parkinsonsnewstoday.com
Parkinson Foundation. What is Parkinson’s? www.parkinson.org
 



Add Your Comment